LAN FASILITASI LABORATORIUM INOVASI PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ARU

 

P2IPK-DIAN Jakarta - Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) menyelenggarakan kegiatan Laboratorium Inovasi di Kabupaten Kepulauan Aru sebagai kegiatan  Prioritas Nasional Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah.   Kabupaten Kepulauan Aru adalah salah satu dari 11 kabupaten yang menjadi Prioritas Nasional tahun 2018. Kegiatan Laboratorium Inovasi  ini berlangsung digedung Kesenian Sitakena Dobo dari tanggal 7-9 Mei 2018.

Fasilitasi  Laboratorium Inovasi kali ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta melalui tiga tahap yaitu tahap Drum-Up, Diagnose dan Desaign. Drum-up bertujuan untuk memberikan dorongan, semangat dan motivasi kepada peserta untuk melakukan inovasi. Adapun manfatnya dapat membangkin semangat dan kemauan peserta dalam berinovasi. Diagnose bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan organisasi serta mampu mengidentifikasi ide untuk mengatasi masalah tersebut. Sedangkan Desaign bertujuan membuat rancangan/ide inovasi yang akan dilaksanakan  dalam jangka waktu tertentu untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam organisasi serta meningkatkan pelayanan masyarakat.

 

Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara LAN RI, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MA., didampingi Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga membuka langsung dimulainya Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah yang merupakan Program Prioritas Nasional tahun 2018.

Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

“Diantara sektor-sektor yang dituntuk untuk melakukan inovasi secara akseleratif, sektor publik merupakan salah satu sektor yang paling diharapkan, khususnya sektor publik di daerah pemerintahan propinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya.

 

Selanjutnya Gongga katakan, hal tersebut sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang no. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 386, yang menyatakan bahwa”dalam rangka peningkatan kinerja pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi. ”Yang dipahami sebagai semua bentuk perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik didaerah. Dengan sektor publik menjadi semakin baik, masyarakat semakin berdaya saing, pertumbuhan ekonomi semakin tinggi dan pada akhirnya, daya saing daerah dan kesejahteraan wargapun semakin meningkat.” Ungkapnya.

Gongga sampaikan, pelaksanaan kegiatan Laboratorium inovasi yang merupakan bagian dari ageda program prioritas nasional yang akan kita laksanakan ini, diharapkan dapat menumbuh kembangkan semangat berinovasi pada sektor publik, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah khususnya di Kabupaten kita tercinta Kabupaten Kepulauan Aru.

“Pemerintah terus berjuan untuk mewujudkan pengembangan dan pembangunan serta mampu menjalankan program-program pembanguan nasional yang sinergis dengan program pembangunan di Bumi Jargaria Sarkuarisa, menuju Indonesia yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan”, Ungkapnya.

 

Gongga mengakui, masih banyak yang harus diperbaiki dan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam perputaran roda pembangunan yang sementara berlangsung, meski telah banyak pula keberhasilan yang dicapai.

 

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten kepulauan Aru menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala LAN RI dan seluruh jajarannya yang telah menetapkan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai lokasi program ini, karena pasti akan sangat berpengaruh dalam mendongkrak daya saing daerah dalam pembangunan nasional. Dan saya berharap semua Pimpinan OPD dapat mengikutinya dengan baik untuk dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat”, pungkasnya.

Sementara itu, Tri Widodo mengatkan, sebagai Aparatur Sipil Negara, selain menjalankan tugas dan tanggungjawab tentunya harus berinovasi, melakukan perubahan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, inovasi merupakan kebutuhan.

Akselerasi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah merupakanProgram Prioritas Nasional 2018 Dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN).” Bebernya.

Tri Widodo katakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu sumber daya manusia(SDM) untuk itu, diharapkan nantinya semua peserta mengungkapkan ide, gagasan dan inovasi baru dapam memperbaiki dan meningkatkan layanan kita kepada masyarakat,” imbuhnya.

 

“Menghasilkan sesuatu yang berbeda yang lebih baik itu syaratnya adalah melakukan dengan cara yang berbeda, maka  inovasi sesungguhnya sesuatu yang sepele, sesuatu yang simple dimana inovasi adalah melakukan sesuatu yang biasa kita lakukan dengan cara yang yang tidak biasa itulah inovasi”. Ungkapnya.

Tri Widodo katakan, Ada perangkat peraturan perundang-undangan yaitu PP no.18 tahun 2016 tentang OPD disitu disebutkan bahwa kriteria dan evaluasi untuk perangkat daerah dilakukan melalui tiga kriteria dan salah satu kriterianya adalah inovasi  organisasi,  artinya apa? Artinya SKPD atau OPD yang tidak berinovasi adalah mereka-mereka yang layak untuk dievaluasi keberadaannya.  

Yang keberadaannya tidak relevan maka ketika kita akan melakukan evaluasi kelembagaan dan kita menggunakan kriteria inovasi organisasi sebagai syaratnya, maka dengan sangat mudah kita akan bisa menentukan OPD-OPD mana yang bias kita pertahankan dan OPD-OPD mana yang sudah tidak perlu kita pertahankan, pungkasnya.

 

Kegiatan Laboratorium Inovasi yang berlangsung selama 3 hari difasilitasi oleh Tim dari Kedeputian Inovasi LAN kepada 55 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  telah menghasilkan 179 ide inovasi.

Pada hari ketiga sebelum acara penutupan, dilakukan penandatangan perjanjian kontrak Kinerja antara kepala OPD dengan Bupati Kepulauan Aru, sebagai komitmen Kepala  OPD untuk siap melaksanakan semua ide inovasi yang telah dituangkan dalam dokumen kontrak kinerja tersebut.

Acara ditutup oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Drs. Mohamad Djumpa, M.Si. mewakili Bupati. Dalam sambutanya Djumpa mengatakan, didalam laboratorium inovasi, satu inovasi itu tidak bisa bermakna apa-apa kalau hanya dalam bentuk satu proporsal lalu didalamnya ada rencana rencana aksi tanpa kita tindak lanjuti. Itu pada akhirnya inovasi itu jadi tidak bermakna apa-apa, pungkasnya. (Wdy).