ORIENTASI: ANTARA PENGALAMAN, PERKENALAN DAN PENGETAHUAN

 

LAN JAKARTA - Orientasi adalah salah satu kata yang sering dengar dan ucapkan, dimana kita menggunakannya terkait perspektif tertentu. Pada umumnya, orang menggunakan kata orientasi untuk menggambarkan pandangan individu atau kelompok (politik/sosial/ekonomi/budaya dll) maupun juga arah, yang umumnya digunakan pada benda, seperti bangunan, mobil ataupun kapal. Orientasi sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai dua arti, 1. peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar dan; 2. pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan. Sementara Meriam Webster mengartikan orientasi sebagai 1. the act or process of orienting or of being oriented. 2. The stated of being oriented.

Dari kedua sumber kamus terkemuka tersebut, maka bisa diartikan bahwa orientasi adalah tindakan atau pandangan mengenai sesuatu berdasarkan pikiran atau kecenderungan akan suatu hal tertentu. Hasil dari sebuah orientasi tersebut adalah adanya kesepakatan atau pemahaman yang lebih mendalam mengenai suatu hal, yang sebelumnya hanya berupa pandangan singkat semata. Atau dengan kata lain orientasi bisa membuka pemikiran dan pandangan akan sesuatu, agar individu yang mendapat orientasi menjadi lebih paham dan mendapatkan pengalaman baru dikarenakan mobilitas atau perpindahan (badan/pikiran) dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dalam kehidupan sebuah manusia, orietasi adalah hal yang tidak bisa dielakkan. Ini dikarenakan manusia yang selalu berpindah tempat maupun juga ketika mengalami pengalaman yang belum pernah dirasakannya. Salah satu contohnya adalah ketika kita memasuki sekolah atau kampus, maka dipastikan akan ada fase bernama Masa Orientasi Sekolah (MOS) ataupun Ospek (Orientasi Seputar Kampus) sebagai sarana untuk mendapatkan pandangan dan pengetahuan mengenai lokasi, sistem yang ada, individu-individu lain dan ideologi/mindset. Orientasi ternyata tidak hanya berlaku ketika semasa sekolah saja, melainkan juga terus berlanjut selama manusia tersebut masih hidup. Termasuk contoh di sini adalah orientasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) tahun seleksi 2017 yang mulai dilaksanakan dari bulan februari 2018.

Orientasi yang dilaksanakan oleh CPNS LAN RI tahun seleksi 2017 bertujuan agar para CPNS bisa lebih mengenal lebih banyak pegawai LAN yang ada sekaligus juga memahami fungsi, tugas dan  wewenang yang dimiliki oleh unit-unit yang ada di LAN RI. Dengan adanya orietasi ini, maka diharapkan CPNS bisa merasakan sistem yang berada di unit-unit LAN diikuti dengan semakin mengenal para pegawai LAN lainnya. Bisa juga dikatakan bahwa orientasi ini dimaksudkan agar para CPNS bisa keluar dari zona nyaman (comfort zone) yang mungkin akan mendera dikarenakan langsung menempati posisi yang dipilih pada unit yang dituju.

Selama hampir empat bulan saya menjadi CPNS di LAN RI ini, saya sudah mengikuti 3 kali orientasi di unit yang berbeda-beda. Pada bulan februari 2018, saya mendapatkan tugas untuk menjalani orientasi di Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kesempatan pertama. Di bagian SDM ini saya bisa berkenalan dengan pegawai dan juga sistem kerja yang terjalin di sana. Terutama pengalaman saya menjadi bagian dari proses mengurus pemberkasan Surat Keputusan (SK) CPNS bagi para CPNS LAN RI seleksi tahun 2017 yang akhirnya diserahkan oleh Kepala LAN RI, Bapak Adi Suryanto pada tanggal 28 Februari 2018.

Selanjutnya pada bulan Maret 2018, Pusat Inovasi Tata Pemerintahan (INTAN) menjadi tujuan orientasi saya berikutnya. INTAN yang menjadi bagian dari Kedeputian Inovasi Administrasi Negara  (DIAN), mengajarkan saya mengenai mencari cara atau program inovasi di bidang tata pemerintahan yang dapat dimunculkan, terutama ketika berkaitan dengan pihak swasta sebagai pihak pencetus. Selain itu, saya beserta rekan CPNS lainnya yang sedang berorientasi di INTAN diminta untuk mencari data mengenai pelaksanaan dan konsep dari Talent Management (Manajemen Talenta) yang telah diterapkan pada negara-negara di luar Indonesia.

Terakhir saya merasakan masa orientasi yang singkat di Unit Teknis dan Fungsional (TF) pada bulan April 2018. Mengapa bisa dikatakan singkat? Ini dikarenakan saya dan empat rekan lainnya yang sedang berorientasi di TF hanya menjalaninya selama satu minggu saja, yaitu dari tanggal 2 s/d 6 april 2018. Orientasi CPNS LAN RI di bulan April 2018 ini dipersingkat karena akan dilaksanakannya Pendidikan Latihan Dasar (Latsar) yang dimulai tanggal 17 April 2018. Maka secara otomatis waktu orientasi bagi para CPNS pun mengalami dampaknya dengan dipendekkan waktunya. Walaupun hanya menjalani orientasi yang singkat, namun saya berhasil mendapatkan pandangan, pemahaman dan pengetahuan baru mengenai apa saja yang menjadi main duty dari TF beserta para PNS yang ada di sana ditambah dengan habit (kebiasaan) yang berlaku. Selama seminggu di sana, saya mengikuti pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan IV untuk memberi bantuan bagi para panitia dan peserta sekaligus mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk foto dan video.

Dari 3 bulan masa orientasi di tempat yang berbeda, ada beberapa pelajaran yang telah saya dapatkan. Yang pertama, adalah saya mengetahui sistem yang ada di unit dimana saya diorientasikan. Sebagai sebuah Lembaga dengan sistem tersendiri, maka dipastikan unit-unit yang berada di LAN memiliki sub-sistem sebagai panduan unit tersebut untuk bekerja mencapai tujuannya. Bisa dipastikan pula bahwa tiap unit memiliki sistem yang berbeda dengan unit yang lainnya, dan disanalah saya dituntut untuk memahami sistem yang ada. Sistem kerja Bagian SDM yang mengurusi para pegawai LAN tentu berbeda dengan system kerja INTAN yang mengelola inovasi di tingkat pemerintahan dan juga tidak memiliki persamaan dengan T & F yang mengatur mengenai fasilitasi training yang dilaksanakan di lingkungan LAN. Dengan merasakan tiga sistem yang berbeda-beda tersebut, maka saya mendapatkan pengalaman sekaligus pengetahuan akan sistem yang ada di unit-unit tersebut.

Pelajaran lainnya yang saya dapatkan adalah dapat bertemu dan berkenalan dengan para pegawai LAN yang ada di unit saya menjalani orientasi. Mungkin bila tidak melaksanakan orientasi, maka saya tidak akan mengetahui siapa saja pegawai LAN yang ada di unit Bagian SDM, INTAN dan juga T&F. Dengan adanya orientasi, maka dipastikan kita harus berkenalan dengan orang lain sebagai sarana bersosialisasi dan penghubug untuk dapat menyelesaikan tugas kita. Selain bersosialisasi, kita pun bisa sekaligus memperpanjang koneksi kita dimana mungkin nantinya kita.

Dari semua pelajaran dan pengalaman yang saya dapatkan ditambah berkenalan dengan orang-orang baru selama masa orientasi saya sebagai CPNS LAN RI tahun seleksi 2017, maka saya bersyukur dapat merasakan pengalaman ini dimana belum tentu semua instansi pemerintah yang lainnya dapat melakukannya bagi para CPNS-nya. Dengan semua pengalaman, perkenalan dan pengetahuan yang saya dapatkan dari masa orientasi ini, maka saya dan para CPNS LAN RI lainnya berharap bisa menjadi bagian untuk berkontribusi bagi kemajuan LAN RI. (Dona Geryansyah-P2IPK)